Yuk, Ketahui 7 Kiat Penting Membangun Rumah Tumbuh

21 Jun 2019 | Admin

Konsep rumah tumbuh adalah solusi yang efektif bagi Anda yang mengalami keterbatasan dana pada saat membangun hunian. Pembangunan rumah tumbuh sifatnya bertahap sesuai kebutuhan atau kemampuan. Namun, bukan berarti rumah tumbuh tidak bisa ditempati. Dari segi kesiapannya, rumah tumbuh sudah dapat dihuni. Tampilan eksteriornya pun sudah rapi dan tetap enak dipandang.

Nah, bagi Anda yang ingin membangun hunian dengan konsep rumah tumbuh, berikut 7 kiat penting yang menarik untuk diperhatikan.

 

1. Rencanakan Sejak Awal

Tidak semua orang menyukai ide merenovasi rumah terus-menerus. Selain terkesan “merepotkan”, metode ini belum terlalu familiar bagi masyarakat kebanyakan. Padahal, keuntungan membangun rumah tumbuh adalah dari segi fleksibilitasnya, baik dari segi anggaran dan juga luas tanah yang dimiliki.

Jika Anda tertarik untuk membangun hunian dengan metode ini, sebaiknya rencanakan sejak awal. Hal ini berkaitan dengan persiapan struktur bangunan. Dari segi strukturnya, membangun rumah satu lantai akan sangat berbeda dengan membangun rumah tingkat. Jadi, meskipun dana yang Anda miliki terbatas, setidaknya struktur bangunan sejak awal sudah sesuai.

 

2. Tentukan Skala Prioritas

Selain urusan anggaran, motivasi seseorang untuk membangun rumah tumbuh biasanya berdasarkan kebutuhan pada masa depan. Anggota keluarga yang terus bertambah atau semakin dewasa menjadi pendorong untuk memperluas hunian supaya tetap nyaman ditempati.

Berkaitan dengan itu, Anda perlu menyusun skala prioritas yang akan dikerjakan pada setiap tahap pembangunan. Pasangan yang baru saja menikah misalnya hanya membutuhkan hunian dengan ruangan utama, seperti kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur. Ketika anak-anak lahir, kamar tidur bisa ditambah. Pembangunan bagian lainnya pun disesuaikan dengan kebutuhan.

 

3. Meminimalisir Pembongkaran Bangunan yang Sudah Ada

Konsep yang paling utama dari rumah tumbuh adalah mengembangkan bangunan tanpa perlu membongkar yang sudah ada. Hal ini sekali lagi berkaitan dengan perencanaan awal, yaitu sebelum memulai membangun rumah. Bukan hanya soal struktur bangunan, tetapi juga bagian interiornya.

Contoh sederhana, jika berencana untuk menambah sebuah kamar pada bagian rumah, Anda dapat mempersiapkan pintu penghubung sejak awal. Strategi ini akan membantu Anda untuk tidak membongkar dinding yang sudah ada. Perencanaan yang matang akan berdampak pada penghematan bahan dan tenaga serta membuat pengerjaan rumah tumbuh lebih praktis.

 

4. Usahakan Eksterior Tetap Tampil Menawan

Meskipun rumah tumbuh terus mengalami pengembangan, Anda bisa menyiasati supaya tampilan eksteriornya tetap terlihat menarik. Bahkan, karena proses pembangunan yang unik, rumah tumbuh terkesan lebih berkarakter dan berbeda dengan bangunan lain.

Tipsnya adalah selalu menyelesaikan tiap tahapan dengan baik sesuai rencana. Hal penting yang harus diperhatikan dalam membangun rumah tumbuh adalah pembagian proses pembangunan dalam tahap-tahap tertentu. Anda bisa membaginya berdasarkan anggaran yang dimiliki atau kebutuhan ruangan.

Agar tiap tahap selesai secara sempurna dan tampak rapi, Anda harus menyusun anggaran dengan cermat. Jangan sampai, di tengah-tengah proses pembangunan, dana yang dimiliki habis sehingga menghasilkan bangunan yang kurang menawan dari segi tampilan eksterior.

 

5. Kreatif Dalam Mengembangkan Bangunan

Jika Anda memiliki lahan yang luas, bangunan dapat dikembangkan secara horizontal. Namun, sebagian besar masalah yang terjadi pada masa kini adalah minimnya lahan untuk membangun hunian. Untuk mengatasinya, rumah tumbuh dapat dibangun secara vertikal.

Meskipun demikian, jangan sampai mengabaikan peraturan pemerintah mengenai batasan ketinggian bangunan atau jumlah lantai yang diperbolehkan. Anda dapat menyiasatinya dengan membuat arsitektur unik demi memenuhi kebutuhan ruangan.

Dalam hal ini, kreativitas adalah faktor yang sangat berpengaruh. Anda perlu menggali ide-ide antimainstream untuk mengembangkan tiap sudut bangunan sehingga dapat bermanfaat secara optimal. Dampaknya, rumah akan terlihat sangat berkarakter dan tidak kaku. Hunian jenis ini cocok bagi Anda yang fleksibel.

 

6. Tidak Perlu Terburu-buru Menyelesaikan Bangunan

Anda tentu dapat menakar kemampuan pada saat mulai membangun hunian, terutama kemampuan finansial. Nah, inti dari membangun rumah tumbuh adalah menyesuaikan dengan kemampuan pemilik rumah. Jika keadaan ekonomi tidak mendukung, sebaiknya tidak perlu terburu-buru menyelesaikan beberapa tahap sekaligus.

Salah satu tips yang perlu diketahui adalah selalu cermat menyusun anggaran yang akan dibutuhkan. Jangan lupa untuk mempertimbangkan faktor inflasi pada saat mulai menabung untuk melanjutkan tahap berikutnya. Biasanya, harga bahan bangunan akan semakin naik seiring waktu berjalan.

 

7. Jangan Enggan untuk Menghuni Rumah Meskipun Tampak Belum Sempurna

Bagian dalam rumah tumbuh didesain supaya dapat dihuni oleh pemiliknya. Strategi ini akan mengurangi biaya tambahan untuk mengontrak tempat tinggal lain selama proses pembangunan rumah berlangsung. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak enggan untuk menempati rumah karena bagian-bagian utamanya memang sudah bisa dimanfaatkan seperti halnya rumah biasa.

Dari segi prestise, rumah tumbuh memang berbeda dengan rumah yang sudah jadi. Anda bisa jadi merasa kurang sreg karena bagian dalam rumah terlihat tidak sempurna dan kurang bisa dipamerkan. Namun, hal ini seharusnya tidak menjadi masalah besar karena fungsi rumah sejatinya adalah tempat tinggal. Selama Anda nyaman, rumah tersebut telah berfungsi maksimal.

 

Nah, bagi yang ingin membangun rumah tumbuh untuk hunian, Anda bisa memanfaatkan jasa arsitek rumah. Pasalnya, arsitektur rumah tumbuh perlu didesain secermat mungkin supaya dapat sesuai dengan kebutuhan dan ideal dari segi kekokohan bangunan. Arsitek yang tepat akan mewujudkan keinginan Anda sesuai konsep rumah tumbuh yang sesungguhnya. Semoga bermanfaat!

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui