Menciptakan Suasana Kantor yang Homy Seperti Google

21 Nov 2017 | Admin

Bisa dikatakan bahwa kantor adalah rumah kedua bagi seorang karyawan. Bagaimana tidak, 70 persen waktunya setiap hari dihabiskan di kantor. Belum lagi apabila hari Sabtu dan Minggu harus kerja lembur juga, otomatis kantor dan segala perabotan yang ada di dalamnya akan menjadi benda-benda yang akrab dengan kesehariannya. Oleh karena itu, kantor harus dibuat senyaman mungkin sehingga membuat karyawan betah berada di dalamnya. Bisa dibayangkan kinerja akan menurun hanya karena merasa tidak betah berada di kantor. Bukan karena punya atasan yang galak atau rekan kerja yang tidak kooperatif, namun karena faktor-faktor lain seperti suhu yang panas dan membuat gerah, ventilasi yang kurang, interior yang tidak menarik, perabotan yang tidak ergonomis, dan termasuk juga toilet yang letaknya berdekatan dengan ruang kerja dan menimbulkan aroma yang tidak menyenangkan. Biasanya perusahaan yang akan membangun kantor, baik dengan menyewa gedung atau pun ruko, biasanya akan berkonsultasi terlebih dulu dengan office interior design Jakarta yang profesional. Karena nuansa yang dibuat haruslah bisa meningkatkan produktifitas karyawan, maka perusahaan perlu berdiskusi dengan konsultan interior yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi dalam membangun kantor. Apalagi kalau sistem kerjanya ada tiga shift, maka otomatis kantor tersebut akan buka selama 24 jam non stop.

 

Suasana Kantor Google yang Bikin Betah

Untuk menciptakan suasana kantor yang homy alias seperti di rumah, maka kita perlu belajar dari Google. Di perusahaan teknologi raksasa dunia ini, kantor sudah seperti tempat rekreasi, bukan tempat kerja. Ada ruang bermain video game, kafe, taman-taman yang dipenuhi pohon-pohon hijau, perabotan yang beraneka warna, ruang-ruang tematik yang unik, meja portable, televisi, ruang bilyard, kolam renang, tempat fitness dan sebagainya. Sangat membantu dalam membuat karyawan betah selama berada di dalamnya. Daripada di rumah, lebih baik bersantai di kantor. Dan ketika di kantor, tentu tidak hanya bersantai tapi juga bekerja. Jadi dalam pikiran karyawan Google, berangkat ke kantor bukan untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan perusahaan melainkan untuk bersenang-senang. Beberapa perusahaan start up lokal di Jakarta pun demikian. Mereka mensetting ruangan persis kayak Google. Besar kemungkinan mereka akan berdiskusi dulu dengan konsultan office interior design Jakarta sebelum merancang kantornya. Konsultan tidak saja memberikan pandangan dari sisi desain, tapi juga dari sisi psikologis khususnya dalam memotivasi dan menjaga semangat kerja karyawan. Dan biasanya juga kantor-kantor yang memiliki desain unik seperti ini adalah yang digawangi anak muda.

Pemilihan perabotan pun juga harus selektif. Kantor berbeda dengan rumah yang, apabila keliru dalam memilih warna dan model, paling maksimal hanya mendapat cemoohan dari tamu-tamu yang datang yang notabene rata-rata orang yang sudah dikenal dekat. Namun jika di kantor apabila ada yang tidak matching, maka bisa membuat citra perusahaan menjadi buruk. Dan ini jelas “berbahaya” dari sisi reputasi. Oleh karena itu, pastikan perabotan, dekorasi, ornament yang dipilih untuk mempercantik visual ruangan sudah mengikut konsep desain interiornya. Konsultan office interior design Jakarta bisa merekomendasikan model-model dan corak warna yang sesuai dengan tema ruangan, mulai dari kursi, meja, sofa untuk tamu, karpet, wallpaper, dan sebagainya. Pilihan warna tidak boleh kontras satu sama lain. Demikian juga dengan modelnya, jika sofanya modern, tidak cocok disandingkan dengan meja “jadul”. Keselarasan antara perabotan dengan konsep interior merupakan syarat mutlak dalam mendesain interior kantor yang menawan.

 

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui