Kawasan Perumahan Mewah di New York

17 Nov 2017 | Admin

New York, alias the Big Apple, adalah kota yang dirindukan oleh penduduk dunia untuk mengadu nasib. Jika warga daerah bermimpi bisa kerja di Jakarta, maka warga dunia bermimpi bisa bekerja di New York. Kota dengan sejuta pesona ini menyimpan jutaan kesempatan untuk mendulang dollar, baik kerja di sektor informal sebagai tenaga kasar, maupun bekerja sebagai profesional di gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di kota bisnis ini. Bekerja sebagai orang kantoran memang di New York memang bisa menciptakan prestise tersendiri khususnya bagi mereka yang sedang meniti karir. Pergaulan internasional antar warga negara adalah salah satu daya tariknya.  Tidak heran bagi mereka yang sukses di sana akhirnya mencoba menjadi warga negara Amerika dengan membeli tempat tinggal, baik rumah maupun apartemen. Untuk mereka yang masih kerja dan beraktifitas di Jakarta, sebenarnya bisa mengambil contoh referensi desain rumah-rumah mewah di New York yang barangkali belum diaplikasikan di Indonesia. Konsultan dari perusahaan kontraktor rumah mewah Jakarta biasanya memiliki banyak portofolio tentang desain mewah rumah-rumah di kota yang pernah dihantam peristiwa 911 ini.

 

432 Park Avenue Condominiums

Rumah atau unit apartemen di beberapa kawasan elit New York memang harganya terbilang selangit. Bukan hanya ratusan juta rupiah, melainkan masuk pada level ratusan miliar rupiah. Contohnya kawasan residential di 432 Avenue, mulai dari unit #96, #88 dan #79. Harganya paling murah adalah 600 miliar rupiah atau setara dengan 45 juta US Dollar. Yang paling mahal sekitar 1,18 triliun rupiah.  Lebih mahal daripada biaya APBD kota Minahasa yang tidak mencapai 1 triliun rupiah. Hunian mewah dan elit ini memiliki dekorasi yang sangat elegan dan bisa ditiru untuk diaplikasikan di Jakarta. Tunjukkan beberapa gambar hunian mewah New York kepada konsultan kontraktor rumah mewah Jakarta yang telah dipilih, dan mintalah mereka untuk memberikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) jika mau mengaplikasikan desain tersebut ke hunian lokal. Tentu dari segi bahan akan berbeda, namun desainnya bisa ditiru walau materialnya tidak sama dengan yang di New York.

Hunian kelas atas New York juga memiliki ciri khas berbeda jika dilihat dari perabotan dan furnitur yang digunakan. Rata-rata mereka menggunakan perangkat Internet of Things (IoT) dalam setiap perabotannya. Kulkas pintar, pintu pintar, lemari pintar, kamar tidur pintar dan sebagainya. Misalnya, penghuni tinggal melihat kondisi rumah dari CCTV yang terkoneksi dengan gadgetnya. Mau cek persediaan makanan di kulkas, cukup dari mobile phone saja. Semua terhubung dengan internet. Dan rumah-rumah mewah di New York rata-rata seperti ini. Jika ingin menerapkan hal yang sama dengan model hunian di sana, mintalah saran dari konsultan kontraktor rumah mewah Jakarta tentang konsep smart home . Jadi, rumah mewah tersebut tidak saja berbicara tentang desain melainkan juga teknologinya.

Pemilihan teknologi untuk rumah pintar memang harus hati-hati dan kalau perlu melibatkan orang yang benar-benar paham karena pada saat proses instalasi harus diawasi agar tetap berjalan baik. Selain itu, pastikan juga produsen perabotan pintar tersebut punya reputasi yang cukup baik. Jangan memilih merk abal-abal yang belum terbukti keawetannya. Renovasi rumah menjadi lebih berkelas memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, termasuk dalam hal membeli perangkat elektronik pintarnya. Oleh karena itu, bisa dikatakan biaya yang dikeluarkan untuk membangun kembali desain dan teknologi sebagai bagian dari investasi. Kelak kalau rumah tersebut akan dijual, nilainya jauh berlipat-lipat dibanding rumah yang tidak terinstal teknologi.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui