Desain Kitchen Set Ideal untuk Dapur Sehat dan Aman

19 Jun 2019 | Admin

Memasang kitchen set mewah bukan jaminan dapur sehat dan aman. Memilih material dan desain yang tepat membantu mengurangi risiko keracunan makanan, kecelakaan, dan sebagainya. Jika Anda sering memasak dan ingin merasa aman saat memasak serta menyantap makanan, mulailah dengan desain yang tepat.

 

Ikuti panduan ini untuk membangun interior dapur yang sehat dan aman.

 

Syarat Dapur Sehat dan Aman

Pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Amerika (CDC) menerapkan beberapa kriteria dapur sehat dan aman. Jadikan ini sebagai panduan memilih elemen kitchen set.

  • Area kerja basah dan kering
    Area kerja basah adalah tempat mengolah bahan-bahan mentah seperti daging, ikan, dan sayuran yang akan dimasak. Area kerja kering khusus untuk makanan jadi atau yang dimakan tanpa dimasak.
     
  • Ruang gerak yang lapang
    Lantai yang terlalu sempit dan sesak menciptakan risiko tersandung. Desain dapur harus memberi banyak ruang gerak saat Anda bermanuver di antara kompor, lemari es, dan area kerja.
     
  • Suhu lemari es maksimal
    Lemari es harus memiliki suhu antara 0 hingga 4 derajat Celsius (maksimal). Lemari pembeku (freezer) wajib memiliki suhu maksimal 0 derajat Celsius.
     
  • Alat dapur terpisah
    Alat dapur untuk menggarap makanan mentah (daging, ikan) harus terpisah dari alat untuk makanan kering (roti, buah dan sayuran segar, makanan matang).
     
  • Material sesuai fungsi
    Material untuk elemen desain tertentu, seperti lantai dan area kerja (countertop) harus mendukung aspek keamanan. Mereka harus mudah dibersihkan dan tidak memerangkap bakteri terlalu lama, tergantung fungsi serta intensitas penggunaannya.
     
  • Pencahayaan yang cukup
    Dapur yang aman harus memiliki cahaya cukup. Idealnya, sumber cahaya harus terdiri dari lampu utama dan pendukung, terutama di area kerja.

 

Cara Membuat Desain Kitchen Set yang Aman

Bagaimana cara memastikan dapur Anda sehat dan aman? Pastikan unsur desain kitchen set memenuhi syarat-syarat di atas. Berikut beberapa contoh untuk Anda terapkan.

  • Pilih material lantai yang aman
    Lantai dapur tidak boleh licin, dan harus mudah dibersihkan. Vinil adalah contoh ideal, karena mudah dibersihkan, cukup empuk, dan tidak terlalu licin. Jika punya biaya ekstra, Anda bisa mencoba ubin keramik yang berpori kecil, sehingga noda tidak mudah menyerap. Pilihlah keramik dengan permukaan bertekstur yang tidak licin.
     
  • Sediakan permukaan kerja dan tempat penyimpanan luas
    Pasang permukaan kerja yang luas agar Anda bisa memisahkan antara pengolahan bahan mentah dan makanan jadi. Hal ini mencegah kontaminasi silang (cross-contamination), sehingga makanan akan aman dari bakteri.

    Terapkan hal serupa saat memasang tempat penyimpanan alat dapur seperti pisau. Pisahkan antara alat dapur khusus makanan mentah dan matang. Pastikan Anda mudah menjangkau keduanya dari area kerja.
     
  • Pasang wastafel yang dalam
    Wastafel yang desainnya dalam mencegah air memercik ke area sekitar. Hal ini membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri. Wastafel dalam juga memudahkan Anda untuk mencuci tangan, piring, atau bahan makanan tanpa menyentuh dasarnya yang mungkin penuh bakteri.

    Stainless steel tebal adalah material ideal untuk wastafel. Selain mudah dibersihkan, bahan ini tidak akan merusak peralatan dapur jika Anda tidak sengaja menjatuhnkannya. Granit memiliki pori-pori kecil sehingga bakteri tidak mudah bersarang, tetapi permukaannya yang keras berisiko merusak perlengkapan dapur.
     
  • Pilih lemari es sesuai kapasitas
    Salah satu cara menjaga temperatur ideal dalam lemari es adalah menyimpan produk sesuai kapasitasnya. Pastikan Anda mengetahui kebutuhan untuk ukuran lemari es, sesuai dengan kegiatan sehari-hari. Lemari es yang terlalu kecil akan membuat Anda menyimpan terlalu banyak barang. Hal ini akan mengurangi efisiensi proses pendinginan serta meningkatkan risiko penyakit oleh bakteri.
     
  • Pasang beberapa lampu sesuai kebutuhan
    Dapur yang aman tidak boleh gelap, terutama di area kerja. Selain lampu utama di langit-langit, Anda bisa memasang lampu pendukung di kitchen set. Pilihan populer adalah lampu kerja di bawah kabinet, yang membantu menerangi area kerja (countertop). Anda juga bisa memasang lampu kecil di belakang rak atau kabinet, terutama yang letaknya di sudut.
     
  • Sediakan area bergerak yang cukup
    Area kitchen set harus membentuk “segitiga kerja,” yaitu area terbuka yang memberi akses ke tiga elemen penting: kompor, wastafel, dan lemari es. Dapur juga harus memiliki ruang gerak minimal selebar 1,2 meter, terutama jika ada meja dapur, kitchen island, atau struktur besar lainnya di tengah-tengah.
     
  • Perhitungkan tinggi Anda
    Pastikan permukaan kerja seperti kompor, wastafel, dan countertop tidak terlalu tinggi atau rendah. Tinggi ideal untuk permukaan ini adalah sekitar 90 cm, tetapi Anda bisa memperkirakannya sesuai tinggi badan sendiri, misalnya 87 hingga 100 cm.

 

Solusi Desain Kitchen Set Berkualitas

Membuat kitchen set berkualitas membutuhkan layanan profesional. Anda harus menemukan jasa kontraktor interior design yang berpengalaman merancang dapur. Selain memilih material dan desain indah, jasa kontraktor profesional juga harus membuat desain fungsional sekaligus aman.

Herschel Built menawarkan layanan pembuatan desain interior dapur, termasuk kitchen set. Dengan proses survei dan konsultasi mendalam, jasa kontraktor ini memastikan klien puas dengan hasil proyek. Setiap desain memadukan material, struktur, dan elemen keamanan untuk menciptakan dapur ideal, sesuai visi dan biaya yang dimiliki klien.

Mekanisme pemasangan (fitting) disesuaikan dengan kebutuhan klien, sehingga hasilnya lebih memuaskan. Proses pemasangan profesional memastikan dapur Anda lebih tahan lama, aman, dan nyaman digunakan. Dapatkan dapur yang indah, kuat, sekaligus mendukung gaya hidup sehat dengan menggunakan jasa Herschel Built.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui