Tips Menyusun RAB Desain Interior untuk Pemula

14 Feb 2018 | Admin

Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah dasar awal untuk merenovasi maupun membangun rumah. Tanpa RAB, konsep interior sebagus apapun akan terasa tidak realistis karena tidak bisa dikuantifikasikan dengan angka-angka. RAB desain interior merupakan langkah awal sebelum gambar desain direalisasikan menjadi bentuk bangunan nyata. Bagi seorang desainer interior, tentu saja hal ini adalah “makanan” sehari-hari. Pekerjaan para konseptor kreatif ini salah satunya adalah menyusun RAB setelah mengajukan konsep kepada kliennya. Namun bagi mereka yang awam, atau yang ingin membangun rumah sendiri tanpa “bantuan” dari konsultan profesional, maka salah satu keterampilan yang harus dimiliki adalah kemampuan menyusun rancangan pengeluaran. Dengan memahami hal tersebut maka anggaran bisa disiapkan sejak awal. Apalagi kalau proyek tersebut akan direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Untuk menyusun RAB desain interior yang komprehensif, syarat pertama adalah harus mengetahui harga pasaran bahan material terlebih dulu. Tanpa mengetahui berapa harga semen, keramik, kerikil, pasir, kayu, cat, plafon, bata, besi dan lain-lain maka potensi pembengkakan biaya bisa saja terjadi. Seharusnya hanya 50 juta, ternyata membengkak menjadi 80 juta. Ini biasanya terjadi pada mereka yang baru pertama kali melakukan renovasi atau pemugaran rumah. Jam terbang bisa meminimalisir hal tersebut. Semakin sering melakukannya biasanya semakin akurat RAB yang disusun.

Syarat kedua dalam menyusun RAB desain interior adalah kemampuan mengestimasi jumlah bahan material yang dibutuhkan. Ini diperlukan keahlian matematis yang mumpuni meski dalam rumus-rumus sederhana. Rumah seluas 100 meter persegi membutuhkan semen sekian sak, keramik berukuran sekian kali sekian sebanyak sekian box, cat sekian kaleng, kayu sekian potong berukuran dan berdiameter sekian centimeter, dan sebagainya. Salah hitung bisa berakibat kelebihan material atau malah kekurangan. Jika kelebihan, bisa disimpan untuk kebutuhan lain. Namun jika kekurangan, dan anggarananya terbatas, tentu bisa membuat proyek renovasi itu terhambat dan terancam berhenti di tengah jalan. Oleh karena itu, ukurlah dengan akurat dan konversikan dengan kebutuhan material agar tidak terjadi kekurangan.

Selain itu, syarat lain sebelum membuat RAB desain interior adalah mengantisipasi inflasi. Terdengar seperti hal yang “wah” dan “intelek”, padahal ini merupakan salah satu yang harus dimiliki oleh perancang interior maupun pemilik rumah yang ingin mendesain dan membangun sendiri rumahnya. Mengapa harus punya skill seperti ini? Biasanya kalau sudah membuat anggaran dan rencana proyek tersebut berjalan masih lama (sekitar 3 hingga 6 bulan ke depan), maka bahan material cenderung akan terjadi perubahan. Harga-harga tersebut ditentukan oleh inflasi yang terjadi. Dan inflasi ditentukan oleh faktor-faktor ekonomi makro seperti pencabutan subsidi BBM, kenaikan tingkat suku bunga Bank Sentral Amerika The Fed sehingga mempengaruhi suku bunga Bank Indonesia, dan sebagainya. Rajin membaca berita ekonomi makro bisa menambah pertimbangan dalam menyusun RAB jangka panjang sehingga hasilnya tidak jauh berbeda meski terjadi kenaikan harga material.

Dan di atas semua itu, syarat utama seorang yang ingin membuat RAB desain interior adalah dengan berdiskusi dengan mereka yang sudah berpengalaman. Istilah pengalaman di sini bisa berarti konsultan profesional maupun non profesional yang sering merenovasi rumahnya sendiri. Hal ini penting mengingat begitu banyaknya mereka yang kecewa terhadap proses pembangunan rumah mereka sendiri karena salah hitung dan enggan berdiskusi dengan orang lain. Tentu yang rugi tidak saja diri sendiri, namun juga keluarganya. Maka seakurat apapun sebuah rancangan anggaran, tetap membutuhkan opini pihak lain untuk menyeimbangkan.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui