Menyulap Ruang Makan menjadi Kafe

11 Oct 2017 | Admin

Rumah pada dasarnya adalah tempat hunian untuk ditinggali, dan bukan bangunan yang didirikan untuk dijadikan tempat usaha. Namun demikian, tidak berarti rumah harus selalu monoton dan tampil apa adanya. Banyak pemilik rumah yang kreatif dalam merekayasa interior di dalamnya sehingga tampak lebih hidup dan modern melalui perubahan design interior. Beberapa rumah di kota-kota besar seperti Jakarta misalya, memiliki keunikan-keunikan tersendiri dalam setiap ruangannya. Salah satunya adalah ruang makan. Sejatinya ruang makan hanya terdiri dari kursi dan meja makan saja. Namun dengan sedikit kreatifitas design, konsep ruangan ini bisa disulap menjadi seperti kafe-kafe yang ada di berbagai sudut kota.

Tidak semua konsultan jasa design interior di Jakarta memiliki konsep kreatif dalam menciptakan “kafe” di dalam rumahnya. Apalagi dengan banyaknya pilihan gaya kafe seperti industrial, vintage dan shabby chic. Masing-masing interior kafe tersebut memiliki keunikannya tersendiri. Industrial lebih menekankan pada soal ekspos. Elemen-elemen struktural dari sebuah bangunan yang ditonjolkan dalam konsep ini. Penampian dari ruangan berkonsep seperti ini terlihat seolah setengah jadi tapi terlihat sangat kohesif dan edgy. Sedangkan gaya vintage membawa orang ke masa lalu yang penuh kenangan. Unsur klasik dan artisitik merupakan ciri khas dari design interior kafe tipe ini. Gaya ini lebi menekankan pada ornamen-ornamen yang bersifat antik. Biasanya kafe dengan konsep “zaman dulu” sering menggunakan konsep ini. Lalu gaya shabby chic lebih memberikan bobot pada unsur feminim dan kelembutan. Biasanya dekorasinya cenderung artistik dan estetik.

Nah, jika sudah menentukan konsep kafe yang akan diaplikasikan pada ruang makan, saatnya mulai memilih dan memilah dekorasi serta perabotan (termasuk furnitur) apa yang akan digunakan di dalamnya. Jangan sampai bertabrakan antar konsep. Misalnya, furnitur yang digunakan adalah vintage, tapi dekorasinya cenderung shabby chic. Atau ornamen-ornamen yang dipasang cenderung industrial, namun perabotannya malah lebih feminim. Bagi tamu yang awam tentu tidak akan merasakan “keganjilan” tersebut. Namun bagi yang paham, hal tersebut bisa kontraproduktif terhadap citra yang ingin dibangun di dalam ruang makan itu. Oleh karena itu, lebih baik dikonsultasikan terlebih dulu dengan profesional di bidang interior. Jika tinggal di ibukota, bisa menghubungi jasa design interior di Jakarta yang memiliki portofolio yang panjang dalam membangun ruangan dapur menjadi lebih elegan.

Konsep industrial bisa menggunakan kursi dan meja kayu yang permukaannya tidak selesai atau unfinished. Jika menurut penghuni rumah furnitur seperti itu harus diselesaikan dulu, maka ini keliru karena justru konsep industrial ini semakin kuat dengan “tidak selesainya” perabotan tersebut. Sedangkan penggunaan sofa antic dan khas zaman dulu cocok jika ingin menciptakan nuansa vintage pada ruang makan di rumah.  Termasuk pula dalam hal memilih peralatan makan. Hal-hal kecil seperti ini jangan luput dari perhatian apabila serius menggarap konsep kafe di ruang makan ini. Alat makan yang terbuat dari kayu cocok untuk dipakai pada design ruangan berkonsep industrial. Sedangkan gelas-gelas dan piring jadul (saat ini banyak sekali toko kelontong yang menjual perabotan dapur seperti ini) cocok untuk ruangan berkonsep vintage. Adapun bagi mereka yang ingin mengedepankan konsep shabby chic, maka piihlah piring dan gelas yang berwarna pastel sehingga unsur feminimnya lebih terasa. Jangan sampai salah memilih peralatan makan ini bisa merusak keseluruhan konsep yang ingin dibangun di ruang makan.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui