Menjadi Konsultan Interior yang Profesional

02 Mar 2018 | Admin

Di kota-kota besar seperti Jakarta, profesi konsultan interior memang cukup menggiurkan. Banyak sekali kebutuhan akan jasa ini, baik dari pribadi maupun korporasi. Ditambah lagi dengan pertumbuhan sektor properti yang di atas 2 digit tahun ini membuat para kreator di industri ini semakin dibutuhkan. Namun demikian untuk menjadi konsultan interior di Jakarta tidak hanya membutuhkan kemauan saja, melainkan juga faktor lain seperti keterbukaan dalam berkomunikasi, ide-ide yang out of the box, dan tentunya pengalaman yang panjang dalam menangani berbagai macam proyek. Apalagi di tengah-tengah kompetisi yang begitu ketat antara penyedia jasa interior, maka seorang atau sebuah perusahaan penyedia jasa interior haruslah memiliki kemampuan untuk stand out the crowd.

Untuk menjadi konsultan interior di Jakarta secara profesional, maka perlu memperhatikan beberapa faktor. Karena ukuran profesional tidak saja dinilai secara internal, melainkan juga secara eksternal yang dalam hal ini adalah konsumen. Pertama adalah ketepatan antara kualitas akhir pekerjaan dengan gambaran awal. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali hasil kerja interior yang berbeda 180 derajat dari desain awal, baik dari sisi konsep maupun kualitas material yang digunakan. Padahal konsumen memilih karena tertarik pada desain dan pemiiihan bahan yang akan digunakan. Jika hasilnya berbeda, maka otomatis pekerjaan tersebut tidak profesional. Kontraktor dibayar melebihi kapasitasnya. Ini disebut tidak profesional.

Selain itu, faktor lain untuk menjadi konsultan interior di Jakarta yang profesional adalah ketepatan waktu. Ini juga menjadi isu utama saat memilih kontraktor. Janjinya selesai dalam seminggu, nyatanya telat 2 hari. Janjinya sebulan, ternyata telah seminggu. Janjinya tiga bulan, ternyata malah empat bulan. Dan seterusnya. Hal-hal seperti ini membuat konsumen akan sangat kecewa. Apalagi jika konsumen tersebut sudah memenuhi kewajibannya seperti membayar DP, membeli bahan material, dan menyediakan konsumsi untuk para tukang. Semakin lama selesainya maka bujet yang dikeluarkan akan semakin bertambah. Tentu saja hal ini tidak disukai oleh konsumen yang menuntut ketepatan waktu dalam penyelesaian proyek.

Kurang bisa diajak komunikasi adalah masalah yang sering dihadapi konsumen ketika sudah memilih konsultan interior di Jakarta. Apalagi jika proyeknya mangkrak, atau hasil kerjanya tidak sesuai kesepakatan, dan pimpinan proyek sulit dihubungi. Tidak menjadi soal kalau kantor konsultannya terbuka dan bisa diajak berkomunikasi. Masalahnya timbul jika para manajemen perusahaan tersebut juga sering tidak ada di kantor. Ditelepon tidak angkat dan dikirim pesan tidak membalas. Konsumen bisa frustasi jika terjadi hal demikian. Maka saran bagi calon konsumen, selain meminta komitmen ketepataan waktu penyelesaian, minta juga komitmen untuk mudah diajak komunikasi. Sebab umumnya konsumen tidak terlalu mempermasalahkan jika telat sehari dua hari, namun mereka akan marah kalau ada komplain namun tidak bisa disampaikan karena tertutupnya saluran komunikasi oleh konsultan.

Inilah beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh penyedia jasa konsultan interior di Jakarta maupun calon konsumen yang akan menggunakan jasa tersebut. Jangan sampai cap "tidak profesional" melekat pada perusahaan karena reputasinya bisa jatuh. Dan sebaliknya bagi konsumen, carilah informasi sebanyak mungkin mengenai perusahaan konsultan interior yang akan dijadikan mitra tersebut. Jangan sampai menunjuk perusahaan yang tidak profesional untuk mengerjakan proyek-proyek besar. Apalagi jika sebelumnya tidak punya pengalaman dengan kontraktor tersebut. Salah memilih maka bisa rugi dalam jangka panjang, tidak saja dari sisi finansial, melainkan juga dari sisi waktu.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui