Memperindah Kamar Mandi dengan Desain Interior

13 Oct 2017 | Admin

Kamar mandi merupakan salah satu yang menjadi bahan pertimbangan saat ingin membeli rumah atau menyewa. Jika kamar mandinya bersih, wangi, biasanya calon pembeli atau penyewa langsung jatuh cinta pada rumah tersebut. Dan sebaliknya, apabila kamar mandi itu kotor, kumuh, maka konsumen urung untuk membeli sekalipun ruang tamu, teras dan kamar tidurnya cukup artistik. Maka memperindah kamar mandi bukan sekedar untuk kepuasan diri maupun penghuni rumah saja, melainkan juga investasi jangka panjang agar rumah tersebut bisa dijual lagi dengan harga yang tinggi. Konsep desain kamar mandi juga harus disesuaikan dengan konsep rumah secara keseluruhan. Bagi yang tinggal di ibukota, bisa berkonsultasi dengan jasa home interior design Jakarta yang memiliki banyak portofolio desain kamar kecil ini yang elegan dan indah.

Kamar mandi memang tempat yang sering dijauhi oleh penghuni rumah kecuali untuk mandi dan bersih-bersih tubuh. Jika muncul masalah seperti toilet yang mampet, maka kamar mandi biasanya akan ditutup rapat-rapat agar aromanya tidak tersebar ke seluruh bagian rumah. Posisi kamar mandi biasanya diletakkan di bagian paling belakang, lebih sering dekat dengan dapur. Tidak heran kalau istilah “mau ke belakang” menjadi populer di Indonesia untuk menjelaskan kebutuhan untuk buang hajat.  Namun ada juga beberapa perumahan, khususnya di Jakarta, yang tata letak kamar mandinya di tengah dan bahkan di ruang tamu. Tentu tidak ada yang keliru dalam hal ini karena bergantung dari selera masing-masing penghuninya. Bahkan kamar mandi pun bisa dijadikan bagian dari ruangan yang memperkuat konsep interior rumah. Perusahaan penyedia layanan home interior design Jakarta dapat dijadikan mitra untuk membantu mewujudkan rumah impian yang nyaman dan ramah mata.

Bagaimana cara membuat interior kamar mandi menjadi lebih estetik? Pertama adalah lantainya. Tidak bisa dipungkiri kalau bersih tidaknya kamar mandi dinilai dari lantainya. Memilih lantai berwarna putih memang paradoks. Di satu sisi bisa membuat kamar kecil ini tampak bersih, namun di sisi lain apabila terkena kotoran sedikit langsung terlihat. Memilih warna lantai juga harus cermat. Tidak selalu harus berwarna putih untuk menampilkan kebersihan. Dan juga tidak selalu harus mebel. Batu alam yang memiliki permukaan sedikit kasar pun bisa dijadikan alternatif lantai. Kelebihannya, bahan yang terbuat dari batu alam tidak licin sehingga mengurangi resiko terpeleset akibat lantai yang basah. Hanya saja, jika salah pilih jenis batunya, terkadang akan muncul lumut di sela-sela batu sehingga membuat kamar mandi menjadi lebih kotor dalam jangka panjang.

Selain lantainya, dinding kamar mandi adalah ornamen lain yang harus dipertimbangkan. Saat ini trennya adalah memilih batu alam sebagai dinding dibandingkan mebel. Konsep back to nature memang menjadi kebutuhan saat ini tidak saja dengan menanam berbagai macam tumbuhan di halaman, tapi juga memilih bahan untuk desain interiornya. Batu andesit adalah salah satu batu favorit yang digunakan untuk dinding kamar mandi. Bentuknya pun macam-macam, ada yang persegi, persegi empat dan lain-lain. Ukurannya mulai dari yang kecil hingga besar. Namun jika kamar mandi tidak terlalu luas, direkomendasikan untuk memilih bebatuan yang berukuran kecil agar tidak membuat kamar kecil ini menjadi lebih sempit.

Memilih perabotan kamar mandi hampir mirip dengan memilih perabotan untuk ruangan lain. Jika konsep alam yang ingin ditonjolkan di dalamnya, maka pilihlah perabotan yang terbuat dari alam, seperti pancuran air dari bambu, wastafel dari kayu, dan lain-lain. Bagi pecinta nuansa alam, kamar mandi seperti ini akan membuat aktifitas bersih-bersih menjadi lebih menyegarkan.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui