Kesalahan-Kesalahan dalam Memilih Kontraktor Interior Design

15 Mar 2018 | Admin

Seringkali orang kecewa dengan hasil kerja kontraktor interior design yang sudah mereka pilih. Awalnya mereka  berharap dengan dana yang sudah dialokasikan untuk renovasi rumah maupun membangun rumah baru, maka hasilnya bisa sesuai dengan ekspektasi mereka. Alih-alih melebihi atau menyerupai harapan di awal, justru hasil bangunannya di bawah standar dan jauh dari gambaran semula. Selain pekerjaannya tidak rapi, pemilihan bahannya pun tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Yang lebih menjengkelkan, kontraktor tersebut tidak menginformasikan terlenbih dulu jika ada pergantian bahan. Mereka mengejar target cepat selesai dan cepat dibayar. Di sisi lain, konsumen menuntut kualitas kerja yang maksimal dengan hasil yang setidaknya sama dengan desain awal.

Sebenarnya kesalahan tidak bisa ditimpakan sepenuhnha pada kontraktor interior design yang telah dipilih. Rata-rata mereka adalah pebisnis yang tentu memperhitungkan untung rugi. Justru kesalahan tersebut harus "ditimpakan" pada calon konsumen karena salah memilih vendor. Bukankah banyak kontraktor-kontraktor lain yang berkualitas? Dengan adanya akses internet, sebenarnya konsumen bisa memilih kontraktor yang lebih bagus dan terpercaya. Sayangnya, konsumen tidak melakukan hal tersebut sehingga akhirnya kecewa dan terjadi hubungan yang kurang harmonis antara konsumen dengan kontraktor. Di sisi lain pun, kontraktor merasa sudah melakukan sesuai target namun konsumen menuntut lebih. Di sini selain terjadi miskomunikasi juga terjadi saling ketidakpercayaan.  

Umumnya konsumen yang salah memilih kontraktor interior design melakukan kesalahan-kesalahan yang umum. Untuk menghindari kejadian yang tidak mengenakkan seperti ini, maka hindarilah beberapa kesalahan awal dalam memilih kontraktor. Pertama adalah memilih karena harga yang murah. Memang tidak bisa dihindari bahwa dana merupakan masalah bagi sebagian kontraktor yang ingin segera memperbaiki atau merenovasi rumah namun dengan anggaran yang minim. Kebutuhan yang mendesak seperti itu membuat calon konsumen "buta" terhadap rekam jejak kontraktor. Baginya, asalkan harga murah, maka akan dipilih. Padahal harga yang di bawah pasaran patut dicurigai karena bisa jadi kualitas bangunan yang digunakan maupun sumber daya manusia yang akan mempekerjakan proyek tersebut di bawah harapan. Apalagi jika konsumen mudah terbuai dengan omongan-omongan kontraktor tanpa melihat terlebih dulu portofolio pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.

Kesalahan kedua dalam memilih kontraktor interior design adalah direkomendasi oleh orang yang salah. Tidak bisa dipungkiri bahwa konsumen memilih jasa interior didasarkan pada rekomendasi orang terdekat, atau paling tidak orang yang mereka kenal. Sayangnya, terkadang yang merekomendasikan tidak memiliki standar penilaian yang tinggi. BIsa jadi antara konsumen dengan orang yang mengedorse tersebut memiliki standar yang berbeda. Nilai 10 bagi orang yang merekomendasikan bisa jadi hanya bernilai 8 menurut standar calon konsumen tersebut. Maka perlu persamaan persepsi terlebih dulu. Atau cara paling mudah, mintalah orang yang merekomendasikan itu untuk menunjukkan beberapa proyek yang telah diselesaikan oleh kontraktor dan nilailah berdasarkan standar pribadi.

Selain itu, kesalahan lain yang seirng dilakukan calon konsumen dalam memilih kontraktor interior design adalah tuntutan yang tinggi dengan bujet yamg minim. Perlu diingat bahwa kontraktor adalah pebisnis yang mencari profit. Jika permintaan yang terlalu tinggi tersebut membuat perusahaannya rugi, atau profitnya mengecil, maka jangan salahkan mereka kalau hasil pekerjaannya juga tidak optimal. Apalagi jika konsumen banyak meminta-minta yang di luar kesepakatan awal sehingga kontraktor harus mengeluarkan biaya tambahan.  Belum lagi jika mereka mengejar-ngejar agar proyek cepat selesai padahal kesepakatannya penyelesaian butuh waktu sekian bulan. Di sinilah terjadi ketidakharmonisan hubungan yang bisa berakibat pada hasil kerja kontraktor.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui