Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam RAB

11 Mar 2018 | Admin

Sering tidak disadari oleh sebagian calon konsumen saat ingin mempekerjakan jasa interior bahwa harga desain bergantung dari luas ruangan yang akan direnovasi. Makin luas makin mahal. Meski demikian, ada juga konsultan interior yang mengenakan harga per paket tanpa memperhatikan luas ruang per ruang. Biasanya ini untuk proyek-proyek besar. Namun bagi calon konsumen tetap saja harus menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar bisa mengalokasikan bujetnya. Cara menyusunnya bisa dengan mempelajari contoh RAB desain interior dari proyek yang mirip dengan kebutuhannya. Bisa juga dengan meminta konsultan memberikan gambaran tentang biaya yang harus dikeluarkan agar tidak mengalami over-budget.

Banyak contoh RAB desain interior yang cocok untuk satu kota tapi tidak cocok jika diaplikasikan di kota-kota lain. Faktor-faktor yang membedakannya adalah biaya pengerjaan yang mengikuti UMR di masing-masing kota. Selain itu ada pula biaya material. Semakin dekat dengan daerah produsen material biasanya semakin murah. Lalu ada juga biaya konsultasi, bergantung dari kredibilitas dan popularitas penyedia jasa kontraktor itu juga. Semakin besar (dan terkenal) sebuah perusahaan interior, biasanya biayanya akan semakin besar pula. Dan untuk mereka yang anggarannya terbatas, bisa memilih kontraktor baru yang belum memiliki portofolio sebanyak kontraktor besar. Namun tetap harus diperhatikan faktor kehati-hatian, jangan sampai karena mengejar biaya murah maka mengabaikan faktor profesionalitas.

Saat mempelajari contoh RAB desain interior, maka yang perlu diperhatikan adalah jumlah material yang dibutuhkan untuk membangun atau merenovasi sebuah ruangan. Terlepas dari harga yang berlaku, namun umumnya kebutuhan material antara satu kota dengan kota lainnya cenderung sama, kecuali jika dilihat dari luas ruangan. Namun bisa diperbandingkan dalam daftar contoh RAB  tersebut. Misalnya, dengan luas ruangan 3 x 4 meter membutuhkan semen 5 sak, maka saat membangun ruangan dengan luas 4 x 4 meter kebutuhannya pun tidak jauh beda. Contoh RAB tersebut bisa dijadikan acuan saat akan menyusun RAB untuk membangun atau merenovasi rumah sendiri.

Selain mempelajari contoh RAB desain interior, bisa juga dengan melakukan survei harga pasar baik melalui online maupun langsung ke toko-toko bangunan. Umumnya melakukan observasi harga pasar untuk memperbandingkan bisa dilakukan secara daring saja. Selain hemat waktu, juga hemat biaya. Dari hasil pemantauan harga tersebut, bisa membuat RAB dengan mengacu pada contoh yang sudah ada. Jika contoh RAB mengenakan harga yang lebih besar, maka potensi lebih hemat apabila memilih suplier material yang tepat bisa terjadi. Jangan sampai menggunakan harga material yang lebih mahal karena menganggap harga di RAB adalah harga yang "paling benar". Padahal, sebagaimana komoditas, harga material bisa berubah-ubah bergantung kondisi pasar maupun permintaan.

Untuk membuat anggaran berdasarkan contoh RAB desain interior yang sudah ada, cara yang paling tepat adalah dengan meng-copy paste template tersebut ke dalam rancangan yang sesungguhnya. Maksudnya adalah, contoh RAB tersebut diterapkan untuk rencana renovasi dengan penyesuaian terhadap jumlah material yang dibutuhkan dan harga yang sudah disurvei sebelumnya. Jangan sampai salah memasukkan kebutuhan materialnya karena bisa berdampak pada anggaran yang tersedia. Jika terjadi kekurangan anggaran, efek dominonya bisa menghentikan proyek untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Dan proyek yang terbengkalai cenderung lama kelamaan akan rusak dengan sendirinya.

So, susunlah Rancangan Anggaran Biaya pembangunan rumah versi kita sendiri dengan teliti agar rumah bisa selesai sesuai dengan waktunya. Selamat mencoba.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui