Cara Membuat Desain Interior Minimalis Pada Kamar Tidur

08 Oct 2017 | Admin

Kamar tidur adalah ruangan terpenting dalam sebuah rumah karena selain menjadi tempat beristirahat juga menjadi tempat untuk produktif berkarya. Banyak kreator-kreator kelas dunia seperti Elon Musk, Pete Cashmore dan sebagainya yang menciptakan karya-karyanya justru dari kamar tidur mereka. Kamar tidur yang nyaman secara psikologis  bisa membuat otak manusia berpikir lebih kreatif lagi dalam berkarya. Oleh karena itu, selain memberikan perhatian terhadap ruangan yang menjadi pusat kegiatan seperti ruang tamu atau ruang makan, maka memperhatikan konsep interior pada kamar tidur juga perlu diutamakan agar kamar tidur bisa berfungsi optimal baik untuk kebutuhan fisik maupun psikis.

Jika kamar yang dimiliki cukup luas, maka interiornya bisa diutak-atik berdasarkan konsep-konsep yang saat ini sudah dikenal seperti klasik, maroko atau rustic. Namun bagaimana jika luas kamar tidur itu kecil dan terbatas? Tidak masalah karena tetap bisa dimainkan dari sisi desain minimalisnya. Di kota-kota besar seperti Jakarta pun yang harga tanahnya sudah semakin mahal, banyak yang membangun kamar tidur dengan konsep minimalis. Beberapa contoh desain interior di Jakarta bisa dijadikan referensi apabila ingin membangun kamar tidur yang impresif dengan luas ruangan yang terbatas.

Apa saja faktor-faktor yang harus diperhatikan jika ingin membangun kamar dengan mengambil contoh rumah-rumah di Jakarta yang cukup bagus? Salah satunya adalah pemilihan warna. Ini adalah dimensi awal yang harus diperhatikan karena salah memilih warna bisa membuat kamar tidur menjadi tidak nyaman. Jika diperhatikan rumah-rumah di Jakarta, jarang ada yang memiliki kamar tidur dengan warna merah menyala. Warna “keras” seperti ini selain tidak nyaman buat mata bisa juga bisa membuat udara terkesan lebih hangat. Apalagi di Jakarta yang memang selalu terasa panas. Kebanyakan desain interior di Jakarta memanfaatkan warna dingin seperti hijau sebagai pilihan untuk kamar tidur. Mata terasa lebih bersahabat dan secara psikologis bisa membuat pikiran lebih tenang. Selain merah, hindari juga warna-warna cerah seperti kuning dan oranye.

Pencahayaan adalah unsur lain yang harus diperhatikan saat membangun interior untuk kamar. Cahaya harus bisa terdistribusi dengan baik ke seluruh kamar apalagi jika fungsi kamar tersebut tidak saja dipakai untuk beristirahat namun juga kegiatan-kegiatan produktif. Hindari menggunakan satu titik cahaya saja karena malah bisa membuat mata cepat lelah karena harus ekstra bekerja akibat minimnya cahaya. Jika di dalam kamar tersebut ada beberapa titik aktifitas, misalnya tempat tidur, meja belajar, atau bahkan lantai, maka harus ada lampu-lampu dengan jumlah watt yang cukup untuk menemani aktifitas di tititk-titik tersebut. Misalnya, jangan hanya mengandalkan lampu kamar untuk menulis di meja belajar. Perlu lampu khusus yang difungsikan untuk memberikan penerangan di meja. Dan bila hobi membaca sambil berbaring, ada baiknya juga memanfaatkan lampu baca yang diletakkan di samping tempat tidur. Hal ini untuk mencegah kerusakan mata akibat pencahayaan yang kurang.

Hindari juga menggunakan atau menyimpan banyak barang di dalam kamar, apalagi kalau kamarnya memang kecil. Untuk mempercantik, bisa menggunakan furnitur multifungsi yang bisa dipakai sebagai ornamen juga. Saat ini banyak sekali kursi, meja, sofa dan bahkan tempat tidur yang memiliki desain unik sehingga membuat kamar tampil lebih elegan dan impresif.

Baik memilih warna, menetapkan jumlah titik pencahayaan serta memilih furnitur, semuanya harus bermuara pada satu tujuan: membuat penghuninya nyaman dan betah berada di kamar tidurnya sendiri.

Komentar(0)

Tambahkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui